Landasan Undang-Undang dalam Hukuman Penjudi Slot Pragmatic


Slot Pragmatic
Landasan UU dalam Hukuman Penjudi Slot Pragmatic

Seperti yang kita ketahui bahwa Judi Slot Pragmatic Online merupakan salah satu kategori tindak pidana baru yang timbul dikarenakan adanya perkembangan ilmu teknologi yang ada saat ini.

Judi slot pragmatic online tidak dipandang sebagai sesuatu tindak pidana yang biasa tetapi sudah menjadi luar biasa karena dampak yang timbul dari judi ini akan berpengaruh pada struktur sosial dan psikologis pelakunya. Hal ini banyak kasus yang terjadi serta berhubungan dengan judi online, misalnya kasus perampokan, penjambretan, pencurian serta kasus kriminal lainnya yang memiliki latar belakang dan tujuan hasil kejahatan untuk bahan taruhan judi yang mengganggu tatanan sistem demokrasi rakyat kita. Begitu juga dengan anak-anak dibawa umur yang saat ini dengan sangat muda mengakses internet karena dijadikan alasan untuk belajar ilmu baru tetapi yang terjadi malah kebalikannya.

Tidak dapat kita pungkiri juga bahwa kemungkinan pelaku judi slot pragmatic online ini bisa berasal dari kelompok anak, remaja hingga dewasa yang pastinya ini dapat merusak moral generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu Pemerintah mengatur penegakan hukum terhadap tindakan ini agar adanya efek jera serta adanya ketakutan mereka sebagai bentuk pengendalian konflik sosial untuk tidak mendekati perjudian online ini.

Penanganan tindak pidana perjudian slot pragmatic online ini berbeda dengan perjudian biasa karena perjudian online merupakan suatu sistem yang canggih, sehingga para pelakunya pun rata-rata berasal dari kaum intelek. Tentunya berbeda dengan para pelaku perjudian seperti sabung ayam, judi remi, atau gaple rata-rata pelakunya merupakan kelompok masyarakat pedesaan.

Pemerintah menciptakan sebuah peraturan guna mengancam dan menjerat pelaku tindak pidana Perjudian Slot Pragmatic Online ini yang dapat kita lihat didalam Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang berbunyi sebagai berikut :

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.”

Sedangkan ancaman pidananya bagi pelanggarnya permainan slot pragmatic diatur didalam pasal 45 ayat (1) Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menyatakan bahwa :

“Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Oleh sebab itu, Undang-Undangg mengenai informasi teknologi dan elektronik sendiri baru dibuat dan diatur pada tahun 2008. Secara otomatis pidana judi slot pragmatic online ini menjadi masalah tersendiri bagi pihak kepolisian, hingga membentuk divisi kejahatan dunia maya.

Apabila sahabat yuridis melakukan perjudian slot pragmatic online hingga tertangkap oleh pihak kepolisian maka pasal diatas yang akan menjerat tindak pidana ini. Hal ini tentu saja akan menambah pengetahuan bagi kita agar jangan sampai terjerumus kedalam hal yang serupa.

Kemajuan sistem informasi dan teknologi masih membawa dampak negatif, hal ini dibuktikan dengan tersebarnya situs perjudian online. Upaya pemerintah dalam menekan tingkat perjudian di Indonesia, masih membutuhkan usaha lebih. Oleh karena itu pemerintah memberikan hukuman pelaku judi online, agar semakin jera.

Kemudahan dalam mengakses internet disertai kemudahan mendapatkan informasi terkait situs judi online, dikhawatirkan akan berdampak kepada anak dibawah umur jika tanpa pengawasan. Walaupun tidak bisa dipastikan usia dari pelaku judi online ini, namun tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada anak atau remaja yang melakukan perjudian online.

Setelah melihat fenomena terkait perjudian slot pragmatic online ini, bagaimana tentang hukuman pelaku judi online di Indonesia?

               

Peraturan terkait perjudian, sudah diatur dalam beberapa pasal, salah satu yang mengatur pasal perjudian yaitu Pasal 303 bis Ayat (1) KUHP, sedangkan untuk pasal perjudian online diatur dalam Pasal 27 Ayat (2) UU ITE No.11 Tahun 2008 dan UU Pasal 45 Ayat (2) No.19 Tahun 2016.

Hukuman pelaku judi slot pragmatic online dalam penanganan kasusnya akan sangat berbeda dengan perjudian biasa, hal ini didasarkan karena para pelaku judi online menggunakan sistem canggih, yang berbeda dengan judi seperti remi, sabung ayam atau toto gelap (togel).

Namun, hukuman pelaku judi online dan judi biasa tetap dijerat dengan pasal yang berlaku, hukuman bagi pelaku judi biasa tentunya akan dikenakan pasal pada KUHP karena jika dijerat oleh pasal 45 ayat (2) UU ITE harus ada pentransmisian, dimana hal ini tidak ditemukan dalam judi biasa.

Untuk pelaku judi online akan dijerat berdasarkan Pasal 45 ayat (2) UU ITE, sanksi daripada pasal tersebut yaitu dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 Miliar.

Berbeda dengan langkah hukum menghadapi judi online, perjudian biasa yang dilakukan secara langsung akan sangat mudah ditangkap oleh aparat penegak hukum jika ada yang melaporkannya. Sebagai masyarakat akan merasa resah jika terdapat pelaku judi di sekitar rumahnya.

Untuk memberikan efek jera terhadap pelaku perjudian dan agar pelaku diamankan oleh penegak hukum masyarakat sebaiknya melakukan tindakan tegas dengan cara melaporkan pelaku perjudian tersebut ke kantor polisi.

Namun, sebagai masyarakat yang mendapati para pelaku perjudian di sekitar rumah harus membawa bukti yang kuat agar pelaku dapat dijerat sesuai dengan pasal yang berlaku. Jika para pelaku terbukti melakukan perjudian, dan salah satu perjudian yang mereka lakukan adalah toto gelap (togel) maka pelaku akan dijerat sesuai dengan pasal perjudian togel.

Tentu hal ini jauh lebih mudah dibandingkan untuk memberi hukuman pelaku judi online, yang hingga saat ini masyarakat biasa tidak dapat melaporkannya secara langsung karena tidak dapat menyertakan bukti yang kuat.

Mengenai hukuman pelaku perjudian online saat ini pemerintah sudah membuat peraturan khusus yang dapat dengan mudah menangkap para pelaku dan penyelenggaranya perjudian online tersebut.